Pagi ini,di antara rindang tumbuhan-tumbuhan kebun,di satu sudut pulau borneo,anganku melayang kembali ke masa sekian tahun silam, masa anak-anak. Banyuwangi,kota kecil di penghujung timur pulau jawa,pada sebuah desa tempat aku di lahirkan, dalam budaya suku oseng yang masih sangat kental. Bersama waktu ku lalui hari, berkejar-kejaran dengan teman sebaya di pematang sawah, berlarian dan kadang bergulat dengan lumpur di sawah-sawah penduduk, berburu burung-burung puyuh dan berharap menemukan sarangnya lengkap dengan telur-telur di dalamnya,atau hanya untuk sekedar mencari buah ciplukan (entah apa nama dalam bahasa indonesia). Di lain waktu bersama teman-teman kami berlarian di pinggir pereng (tebing) mencari buah-buah hutan atau berburu buah mangga yang tumbuh liar di pinggir tebing-tebing terjal, saat sudah puas dan kelelelahan biasanya akan kami akhiri dengan bersama-sama menceburkan diri ke sungai, bermain air bersama dalam tawa canda, sebuah keceriaan masa anak-anak dalam kesederhanaan dan ketulusan dan di balut sebuah kebahagiaan. Sebuah kenangan masa anak-anak yang tak mungkin bisa kulupakan.
Dan entah kenapa setiba-tiba ini terlintas keinginan untuk bisa kembali dan menetap tinggal di tanah kelahiran BANYUWANGI. Bersama kamu, menghabiskan waktu dan menikmati masa tua dan menunggu TITIK bersama-sama. Tinggal di sebuah desa kecil yang jauh dari keramaian dan hiruk pikuknya kendaraan, memulai hari dengan minuman hangat dan kudapan kecil di teras rumah, memandang hamparan indah bunga-bunga yang bermekaran di halaman,bersama kita larut dalam cerita dan karya. Hidup bersama dalam kesederhanaan,sebuah rumah mungil dengan halaman yang luas dan dipenuhi dengan pohon buah-buahan dan hamparan bunga berwarna warni, tak ada duka dan hanya ada tawa penuh kebahagiaan.
Auw,ku tepuk pipi kiri ku dan rupanya terlalu keras sehingga meninggalkan rasa sakit. Bangun dan sadarlah wanita pemimpi, berhentilah bermimpi,kembalilah ke dunia nyata, tinggalkan alam bawah sadarmu! Cukup nikmati saja kebahagiaan mu saat ini, jangan pernah berharap lebih!!
Dan pada akhirnya semua itu hanyalah mimpi,sebuah keinginan dan harapan yang di bangun dari sebuah mimpi masa anak-anak.
Bersama bulir bening yang tiba-tiba mengalir dan membentuk anak sungai di pipi, ku coba tersenyum,menikmati dan mensyukuri rasa ini.
Hai lelaki berambut perak, pagi ini aku sangat merindukanmu..
Di sudut kota, 15102017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar