Sabtu, 22 Desember 2018

Puisi Hari Ibu.... Darimu Dan Untukku...

PEREMPUANKU

Perempuanku
Aku malu menatapmu
Karena tatapku ragu nan pilu
Karena tak bisa menjemputmu
Dan biarkan kamu menunggu waktu
Yang tidak tentu.

Datangmu bak pengobat rindu
Menusuk dalam dalam kalbuku
Bersama hatiku dikala sendu
Pada masa silam di kampungku
Kau kudamba selalu
Yang tidak tentu

Maafkan raguku
Telah ciptakan bilur membiru di benakmu
Tapi apalah bisa kumau
Dalam pusaran takdirku.

Perempuanku
Selamat Hari Ibu.


Pesawat Garuda Jakarta Banjarmasin
Di Hari Ibu
22122018

Rabu, 29 Agustus 2018

AKU DAN KAMU, Puisi Cinta

AKU & KAMU

aku,
yang tak lagi sendiri dalam  kesendirian
yang tak lagi sepi dalam kesepian
yang tak lagi resah dalam gelisah
kamu selalu ada walau tiada

begitupun kamu
tak perlu lagi gundah
buang segala resah
hiasi bibirmu dengan tawa
isi hidupmu dengan gairah
aku selalu ada walau tiada

saat jiwa sudah seirama
raga tak perlu selalu bersama
tak perlu lagi wicara
di keheningan kita telah banyak bicara
dan,
bersama kita nikmati rasa sembuhkan luka....

Banjarmasin, 22082018

Senin, 19 Maret 2018

Puisi Cinta: SEPOTONG HATI

SEPOTONG HATI

Senja ini, aku tata kembali serpihan-sepihan  bayang mu hingga menjadi utuh.
Lalu, aku pejamkan mata  dan aku nikmati.
Kesendirian yang tak lagi sepi.
Hangat kasihmu menjalar hingga urat nadi.
Mendekap erat sepotong hati.
Penuh damai.
#Kamu😍

Bjm, 190318

Minggu, 18 Maret 2018

Puisi Cinta: RINDU

RINDU

Rindu tertuju pada sebuah nama
Yang senantiasa melintas dan bermain-main seperti nyata
Begitu dahsyatnya dirimu kasih
Hanya dengan menghadirkan bayangmu, telah mampu hadirkan bahagia
Rasa yang sepantasnya terjaga
Abadi selamanya


kota seribu sungai,  18032018

Senin, 05 Maret 2018

Puisi Cinta: BAYANGMU

BAYANGMU

apalagi yang aku cari, tidak ada
jika bayangmu sudah mampu ciptakan bahagia
walau terkadang cemburu terselip di dalamnya
hingga bisa hadirkan bara
namun, senyummu mampu padamkannya
wahai pujangga
tak sabar ingin ku bersua
menikmati rasa bersama-sama
bahagia

Banjarmasin,  05032018

Sabtu, 17 Februari 2018

Puisi: TUHAN MAHA SEGALANYA


TUHAN MAHA SEGALANYA

dikeheningan malam
gelap gulita mencekam
langitpun begitu kelam
tanpa bulan penghias malam

sayup terdengar suara suara
tanpa irama ataupun rima
mungkin sebatas rintihan belaka
atau juga nyanyian jiwa
mengisahkan cerita yang tak biasa

kesewenangan anak manusia
yang sengaja menggoreskan luka
hingga ciptakan duka nestapa
sementara dengan bangganya dia berkata
akulah pemenangnya

wahai anak manusia
kau lupakan dosa
kau lupakan karma
bahkan doa sang teraniaya
yang mungkin mampu getarkan dunia

wahai jiwa yang luka
usaplah airmata
cukup, engkau hanya perlu  berdoa
basuh luka dengan secawan asa
keadilan pasti akan tercipta
Tuhan maha segalanya

kota seribu sungai, 18022018