Senin, 08 Mei 2017
Puisi: KABAR DARI ANGIN
KABAR DARI ANGIN
adakah yang lebih sakit
saat angin menyapamu pongah
mengabarkan sebuah cerita
tentang dua anak manusia
melakukan pertemuan terencana
berbingkai indahnya pulau dewata
malam pun tak lagi tawarkan gigil
sejuk pun tak lagi ditemukan
hanya rasa perih yang tersisa
kepercayaan yang terkoyak-koyak
tinggalkan luka robek bernanah
dari sebuah asa yang kau balut dusta
padamu angin
ingin ku bertanya
pantaskan aku terus meluka
bersamamu angin
ingin aku bercengkerama
bulir bening kita bawa tertawa
dekap aku lagi angin
berikan lagi aku gigil
tak perlu lama, sebentar saja
mari kita sembunyikan luka
By; Ajeng Lastrie
Banjarmasin, 9 Mei 2017
Sabtu, 06 Mei 2017
Puisi: ANGIN SEPOI-SEPOI
ANGIN SEPOI-SEPOI
jingga di ufuk timur
embun pamit diri tebarkan senyum
hangat mentari menyapa bumi
angin sepoi-sepoi datang menari
sebarkan aroma wangi rerumputan
bersama angin sepoi-sepoi
aku mengirimkan hatiku
berharap wanginya menyentuh nafasmu
lembut menyentuh sukma mu
bersama angin sepoi-sepoi
aku mengirimkan jiwaku
lantunkan kidung-kidung rindu
angin sepoi-sepoi terus menari
ikuti irama indah melambai
kehangatan yang tersaji
tebarkan gairah dan inspirasi
Pulanglah dan cepat kembali......
Banjarmasin, 7 mei 2017
Selasa, 02 Mei 2017
Puisi: Senyum Di Celah Daun
SENYUM DI CELAH DAUN
Senja yang temaram
Gerimis yang tiba-tiba datang
Lewat balik jendela
Nanar mata memandang keluar
Pada hamparan daun kering berserakan
Menerawang jiwa menjelajah waktu
Pada sebuah daun angan tertuju
Hijau daun yang menyejukkan
Kobarkan semangat dan mengindahkan
Bermainku dengan angan
Terbalut kebahagiaan
Sontak ku terjaga
Hijau daun tak lagi sempurna
Daun ku layu...!!!
Kenapa??? ....... Tanyaku
"Kamu tak menyiramnya!!''
"Kamu tak memupuknya!!''
"Kamu menelantarkanya!!"
Berjuta tanya sesakkan dada
Yang tak pernah ku temukan jawabnya
Hanya pilu yang melara
Menjelma senyum di celah daun
Senja ini, aku begitu merindukanmu..
Banjarmasin, 2 Mei 2017
Senja yang temaram
Gerimis yang tiba-tiba datang
Lewat balik jendela
Nanar mata memandang keluar
Pada hamparan daun kering berserakan
Menerawang jiwa menjelajah waktu
Pada sebuah daun angan tertuju
Hijau daun yang menyejukkan
Kobarkan semangat dan mengindahkan
Bermainku dengan angan
Terbalut kebahagiaan
Sontak ku terjaga
Hijau daun tak lagi sempurna
Daun ku layu...!!!
Kenapa??? ....... Tanyaku
"Kamu tak menyiramnya!!''
"Kamu tak memupuknya!!''
"Kamu menelantarkanya!!"
Berjuta tanya sesakkan dada
Yang tak pernah ku temukan jawabnya
Hanya pilu yang melara
Menjelma senyum di celah daun
Senja ini, aku begitu merindukanmu..
Banjarmasin, 2 Mei 2017
Senin, 01 Mei 2017
PUISI:Cerita Senja
KISAH SENJA
Senja yang tak lagi jingga
Larut kita bersama waktu
Mendongengkan cerita pilu
Tentang resah berbalut derita
Tak sedikitpun ucapku mampu
Dalam diam bibir yang kelu
Mungkin juga biru
Gigil yang menyergap tiba-tiba
Perih yang mengiris dada
Tanpa ku tahu maknanya
Bersama senja
Yang tak lagi tawarkan jingga
Hanya kegelapan aib belaka
Terbalut keberanian dan kejujuran
Bersanding bulir-bulir bening
Tak merubah apapun
Aku tetap mengagumi mu..
Banjarmasin, 15 Agustus 2016
Senja yang tak lagi jingga
Larut kita bersama waktu
Mendongengkan cerita pilu
Tentang resah berbalut derita
Tak sedikitpun ucapku mampu
Dalam diam bibir yang kelu
Mungkin juga biru
Gigil yang menyergap tiba-tiba
Perih yang mengiris dada
Tanpa ku tahu maknanya
Bersama senja
Yang tak lagi tawarkan jingga
Hanya kegelapan aib belaka
Terbalut keberanian dan kejujuran
Bersanding bulir-bulir bening
Tak merubah apapun
Aku tetap mengagumi mu..
Banjarmasin, 15 Agustus 2016
Langganan:
Komentar (Atom)