KU SUNTING SEPI
Senja yang kering
tak sedikitpun basah
Kerikil kerikil putih kecil runcing
berserakan di antara daun kering
Berikan nyeri pejalan kaki
Binatang binatang tak bertuan
Berdesakan berebut makanan
remah remah yang tak pernah ramah
Mungkin juga racun penuh bisa
Senja yang sepi
senyum nakal pejalan kaki
Entah apa yang mereka tawarkan
Budi ataupun pengandaian
Tak penting untuk dipedulikan
di sini tegak ku berdiri
Dengan senyum semanis bidadari
Tanpa kamu kita atau kami
Dan,
Ku sunting sepi dengan puisi
Banjarmasin, 25072017
Senin, 24 Juli 2017
Jumat, 21 Juli 2017
Puisi cinta: ANTARA BAYANG
ANTARA BAYANG
berdiri di antara bayang
kelam dan kesakitan
putih dan kebahagiaan
kenyataan dan kepalsuan
berdiri diantara bayang
bak bola api panas
membakar pesakitan
hanguskan semua nadi
sisakan debu debu hitam
tinggalkan perih tak tertahankan
terkemas pada senyum manis
berdiri diantara bayang
bak bola salju
dingin bekukan urat nadi
lumpuhkan syaraf syaraf nyeri
hilangkan semua rasional diri
mencoba menikmati
bahagia satu sisi
Banjarmasin, 22072017
berdiri di antara bayang
kelam dan kesakitan
putih dan kebahagiaan
kenyataan dan kepalsuan
berdiri diantara bayang
bak bola api panas
membakar pesakitan
hanguskan semua nadi
sisakan debu debu hitam
tinggalkan perih tak tertahankan
terkemas pada senyum manis
berdiri diantara bayang
bak bola salju
dingin bekukan urat nadi
lumpuhkan syaraf syaraf nyeri
hilangkan semua rasional diri
mencoba menikmati
bahagia satu sisi
Banjarmasin, 22072017
Langganan:
Komentar (Atom)