KU SUNTING SEPI
Senja yang kering
tak sedikitpun basah
Kerikil kerikil putih kecil runcing
berserakan di antara daun kering
Berikan nyeri pejalan kaki
Binatang binatang tak bertuan
Berdesakan berebut makanan
remah remah yang tak pernah ramah
Mungkin juga racun penuh bisa
Senja yang sepi
senyum nakal pejalan kaki
Entah apa yang mereka tawarkan
Budi ataupun pengandaian
Tak penting untuk dipedulikan
di sini tegak ku berdiri
Dengan senyum semanis bidadari
Tanpa kamu kita atau kami
Dan,
Ku sunting sepi dengan puisi
Banjarmasin, 25072017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar