WANITA PENGGENGGAM BOLA API
tuan,
andai saja dari awal kau ungkapkan
tentang skenario yang akan kau mainkan
hingga potongan cerita yang terangkai
tidak menjelma asa bertabur mimpi
begitu apik peran kau mainkan
bangkitkan gairah dan pengharapan
lahirkan keyakinan bukan sebatas angan
di suatu siang yang cerah
tuan buka kembali buku sampul biru muda
didepan wanita yang bersimpuh manja
sorot matanya berbinar penuh cahaya
menanti cerita tuan dengan gembira
kekaguman terpancar di rona wajahnya
hingga tuanpun mulai bercerita
seketika,
bulir bening mengalir dari ujung mata sang wanita
bukan cerita yang kalian susun bersama
namun cerita lain yang tuan baca
tuanpun berlalu begitu saja
wanita sendiri hingga penghujung senja
menikmati ngilu di relung jiwa
berusaha mengubur mimpi dan semua asa
di ujung bibirnya yang basah
lirih dia berkata
tuan, apakah engkau sengaja?
menyulut sumbu yang selalu engkau jaga
hentikan tuan dan jangan teruskan
aku takut tak mampu lagi
menggenggam bola api yang kau titipkan
hingga akhirnya meledak tak terhentikan..
ambang kepercayaan, 17092019
Selasa, 17 September 2019
Senin, 12 Agustus 2019
Puisi Cinta: SECANGKIR KOPI
SECANGKIR KOPI
pada secangkir kopi yang tersaji
kutuang serpihan rindu dari kedalaman hati
bercampur dengan mimpi mimpi
serta sebuah angan dan bukan sekedar ilusi
dari secangkir kopi yang tersaji
munculkan aroma nyanyian hati
lekat menyusup ke kedalaman nurani
lahirkan pengharapan yang hakiki
karena secangkir kopi yang tersaji
tumbuhkan kesadaran dalam diri
terpaku dan mensyukuri semua yang terjadi
tentang arti hadirmu damaikan hati
kini dan mungkin juga nanti
.................., 12082019
pada secangkir kopi yang tersaji
kutuang serpihan rindu dari kedalaman hati
bercampur dengan mimpi mimpi
serta sebuah angan dan bukan sekedar ilusi
dari secangkir kopi yang tersaji
munculkan aroma nyanyian hati
lekat menyusup ke kedalaman nurani
lahirkan pengharapan yang hakiki
karena secangkir kopi yang tersaji
tumbuhkan kesadaran dalam diri
terpaku dan mensyukuri semua yang terjadi
tentang arti hadirmu damaikan hati
kini dan mungkin juga nanti
.................., 12082019
Senin, 05 Agustus 2019
Puisi Cinta : SANG PUAN
SANG PUAN
malam langit tak berbintang
bulan enggan pertontonkan keindahan
langit seakan tenggelam dalam kegelapan
lolong anjing saling bersahutan
seakan mengolok olok sang puan
sendiri meringkuk diserambi
setia menggenggam mimpi
mungkin juga janji tak bertepi
lirih bibir sang puan bergumam
cepatlah kembali kekasih hati
jangan biarkan aku menunggu sendiri
tanpa sebuah komitmen pasti
aku tahu kekasih hati
engkau di sana tak sendiri
namun salahkah aku jika terus bermimpi
akan datangnya keajaiban yang akan terjadi
di serambi ini tak lagi aku sendiri.......
malamku cemburu
................05082019
malam langit tak berbintang
bulan enggan pertontonkan keindahan
langit seakan tenggelam dalam kegelapan
lolong anjing saling bersahutan
seakan mengolok olok sang puan
sendiri meringkuk diserambi
setia menggenggam mimpi
mungkin juga janji tak bertepi
lirih bibir sang puan bergumam
cepatlah kembali kekasih hati
jangan biarkan aku menunggu sendiri
tanpa sebuah komitmen pasti
aku tahu kekasih hati
engkau di sana tak sendiri
namun salahkah aku jika terus bermimpi
akan datangnya keajaiban yang akan terjadi
di serambi ini tak lagi aku sendiri.......
malamku cemburu
................05082019
Sabtu, 27 Juli 2019
Puisi Cinta: BERSAMAMU
BERSAMAMU
bersamamu,
begitu panjang jalan berkerikil telah ku lalui,
hingga pada satu titik langkah kaki memaksa tuk berhenti..
diam merenung meyakinkan hati,
haruskah terus melangkah atau kembali?
hening sendiri,
seraya menikmati ngilu di relung hati.....
#senja080619
bersamamu,
begitu panjang jalan berkerikil telah ku lalui,
hingga pada satu titik langkah kaki memaksa tuk berhenti..
diam merenung meyakinkan hati,
haruskah terus melangkah atau kembali?
hening sendiri,
seraya menikmati ngilu di relung hati.....
#senja080619
Kamis, 25 Juli 2019
Puisi Cinta: CAHAYA
CAHAYA
perlahan,
warna jingga di ufuk barat menghilang
pertanda malam akan datang
gelap pun membayang
tawarkan ketakutan ketakutan
juga setumpuk kepalsuan
dingin angin malam datang menghampiri
ciptakan ngilu menjalar ke urat nadi
wajah wajah bertopeng tak tahu diri
menyeruak keluar menggenggam api
mencoba hancurkan mimpi mimpi
terjebak kami dalam pusaran ini
tanpa tahu kapan bisa mengakhiri
perjuangan untuk menyelamatkan diri
akankah tercapai atau hanya tinggal mimpi
apa yang salah denganmu malam
gelapmu tidak lagi tawarkan rasa aman
cepatlah pergi duhai malam
berganti cahaya fajar penuh kehangatan
selamatkan kami dari segala ketakutan
selamat datang cahaya
semoga sinarmu mampu hangatkan raga
membasuh jiwa jiwa yang terluka
teruslah bersinar wahai cahaya
lindungi kami agar bisa terus berkarya
Lion Air Banjarmasin-Jakarta, 20072019
perlahan,
warna jingga di ufuk barat menghilang
pertanda malam akan datang
gelap pun membayang
tawarkan ketakutan ketakutan
juga setumpuk kepalsuan
dingin angin malam datang menghampiri
ciptakan ngilu menjalar ke urat nadi
wajah wajah bertopeng tak tahu diri
menyeruak keluar menggenggam api
mencoba hancurkan mimpi mimpi
terjebak kami dalam pusaran ini
tanpa tahu kapan bisa mengakhiri
perjuangan untuk menyelamatkan diri
akankah tercapai atau hanya tinggal mimpi
apa yang salah denganmu malam
gelapmu tidak lagi tawarkan rasa aman
cepatlah pergi duhai malam
berganti cahaya fajar penuh kehangatan
selamatkan kami dari segala ketakutan
selamat datang cahaya
semoga sinarmu mampu hangatkan raga
membasuh jiwa jiwa yang terluka
teruslah bersinar wahai cahaya
lindungi kami agar bisa terus berkarya
Lion Air Banjarmasin-Jakarta, 20072019
Selasa, 16 Juli 2019
Puisi Cinta: PULAU KU
PULAUKU
dalam perjalanan mengarungi samudra
begitu banyak pulau kulalui
tak satupun menarik untuk disinggahi
semua tampak sama
tiada yang istimewa
hingga suatu pagi
kutemukan sebuah pulau
pulau yang begitu hijau
bangkitkan hasrat tuk menuju
munculkan niat tuk berlabuh
di pulauku
ku bangun asa
ku bangun mimpi
taman bunga impian
begitu indah pulauku
walau badai sering menghampiri
gelombang datang bertubi-tubi
tak sedikitpun gentar kuhadapi
akupun terus bermimpi
kedamaian yang hakiki
pulauku
sampai batas usaha
aku ingin menjagamu
hingga batas tak lagi mampu
sendiri merawat mu
demi bahagiamu
maka maafkan aku
ijinkan aku pergi berlalu
bersama perahuku
menjemput takdir
tanpamu
16082019, pukul 19.50
dalam perjalanan mengarungi samudra
begitu banyak pulau kulalui
tak satupun menarik untuk disinggahi
semua tampak sama
tiada yang istimewa
hingga suatu pagi
kutemukan sebuah pulau
pulau yang begitu hijau
bangkitkan hasrat tuk menuju
munculkan niat tuk berlabuh
di pulauku
ku bangun asa
ku bangun mimpi
taman bunga impian
begitu indah pulauku
walau badai sering menghampiri
gelombang datang bertubi-tubi
tak sedikitpun gentar kuhadapi
akupun terus bermimpi
kedamaian yang hakiki
pulauku
sampai batas usaha
aku ingin menjagamu
hingga batas tak lagi mampu
sendiri merawat mu
demi bahagiamu
maka maafkan aku
ijinkan aku pergi berlalu
bersama perahuku
menjemput takdir
tanpamu
16082019, pukul 19.50
Kamis, 11 Juli 2019
Puisi Cinta: MENIMBANG RASA
MENIMBANG RASA
duhai pujangga
hari mulai beranjak senja
seperti biasa kita mulai bercerita
tentang kisah cinta yang luar biasa
hingga keinginan menjadikan biasa
hari mulai beranjak senja
seperti biasa kita mulai bercerita
tentang kisah cinta yang luar biasa
hingga keinginan menjadikan biasa
duhai pujangga
jika itu membuat bahagia
tak salah untuk dicoba
sebagai momentum menimbang rasa
sebuah ketulusan atau obsesi belaka
jika itu membuat bahagia
tak salah untuk dicoba
sebagai momentum menimbang rasa
sebuah ketulusan atau obsesi belaka
duhai pujangga
begitu indah cerita kita
tak terasa senja makin jingga
pertanda malam akan tiba
kitapun harus segera pergi
semoga kita masih ingat jalan kembali
tanpa ada yang perlu disesali
begitu indah cerita kita
tak terasa senja makin jingga
pertanda malam akan tiba
kitapun harus segera pergi
semoga kita masih ingat jalan kembali
tanpa ada yang perlu disesali
21.46 WITA, 11072019
Rabu, 03 Juli 2019
Puisi Cinta: JIKA AKU PERGI
JIKA AKU PERGI
maafkan aku
yang terus dan terus berusaha
menjaga rasa
mungkin hanya aku saja yang memilikinya
sedangkan kamu selalu menjaga rasa untuk yang disana
yang terus dan terus berusaha
menjaga rasa
mungkin hanya aku saja yang memilikinya
sedangkan kamu selalu menjaga rasa untuk yang disana
tak apa
aku masih mampu menerima
semua perlakuan mu
yang terkadang sudah diluar logika
rasa peka darimu yang senantiasa ku damba
namun sampai kini hanya menjadi impian belaka
aku masih mampu menerima
semua perlakuan mu
yang terkadang sudah diluar logika
rasa peka darimu yang senantiasa ku damba
namun sampai kini hanya menjadi impian belaka
satu hal yang perlu kamu tahu
di dunia ini tak akan kamu temukan
rasa sayang seperti yang aku miliki
dan kelak jika aku melangkah pergi
aku harap jangan pernah kau sesali.....
di dunia ini tak akan kamu temukan
rasa sayang seperti yang aku miliki
dan kelak jika aku melangkah pergi
aku harap jangan pernah kau sesali.....
Puisi Cinta: TANPAMU
TANPAMU
aku terus belajar
memaknai batas dan ruang kosong yang sengaja kau ciptakan
aku terus belajar mengubah rasa sakit menjadi senyuman
bahkan kemarahan menjadi pujian
aku akan terus bertahan
hingga sampai pada titik
dimana aku bisa berdamai dengan rindu
dan sebuah kalimat indah akan keluar dari bibirku
"terimakasih sudah mengajariku arti mencintai dan merindu,
sekarang pergilah,
aku baik-baik saja tanpamu"
memaknai batas dan ruang kosong yang sengaja kau ciptakan
aku terus belajar mengubah rasa sakit menjadi senyuman
bahkan kemarahan menjadi pujian
aku akan terus bertahan
hingga sampai pada titik
dimana aku bisa berdamai dengan rindu
dan sebuah kalimat indah akan keluar dari bibirku
"terimakasih sudah mengajariku arti mencintai dan merindu,
sekarang pergilah,
aku baik-baik saja tanpamu"
Sabtu, 08 Juni 2019
Puisi Cinta; LANGKAH KAKI
LANGKAH KAKI
bersamamu,
begitu panjang jalan berkerikil telah ku lalui,
hingga pada satu titik langkah kaki memaksa tuk berhenti..
diam merenung meyakinkan hati,
haruskah terus melangkah atau kembali?
hening sendiri,
seraya menikmati ngilu di relung hati.....
#senja080619
bersamamu,
begitu panjang jalan berkerikil telah ku lalui,
hingga pada satu titik langkah kaki memaksa tuk berhenti..
diam merenung meyakinkan hati,
haruskah terus melangkah atau kembali?
hening sendiri,
seraya menikmati ngilu di relung hati.....
#senja080619
Sabtu, 13 April 2019
Puisi cinta; SECANGKIR KOPI
SECANKIR KOPI
benarkah kata hati
kembali aku menimang
diiringi suara rintik air hujan
kupejamkan mata
secepat kilat angan mengembara
bersua rasa dari masa ke masa
ku paksa nurani kembali pada kesadaran hakiki
fokus pd secangkir kopi
yang selalu ingin ku nikmati
namun tidak kali ini......
Bjm, 13042019
benarkah kata hati
kembali aku menimang
diiringi suara rintik air hujan
kupejamkan mata
secepat kilat angan mengembara
bersua rasa dari masa ke masa
ku paksa nurani kembali pada kesadaran hakiki
fokus pd secangkir kopi
yang selalu ingin ku nikmati
namun tidak kali ini......
Bjm, 13042019
Minggu, 24 Februari 2019
Puisi Cinta: TAMAN BUNGA
TAMAN BUNGA
harmonisasi warna
kita ciptakan bersama
menjelma sebuah taman bunga satukan perbedaan dalam sebuah rasa
kita ciptakan bersama
menjelma sebuah taman bunga satukan perbedaan dalam sebuah rasa
tak ada lagi merah
tak ada lagi kuning
tak ada lagi hijau
tak ada lagi haru biru
membaur menjadi satu
wujudkan keindahan baru
bersama waktu, aku dan kamu.......
tak ada lagi kuning
tak ada lagi hijau
tak ada lagi haru biru
membaur menjadi satu
wujudkan keindahan baru
bersama waktu, aku dan kamu.......
Jogja, 24022019
Langganan:
Komentar (Atom)