WANITA PENGGENGGAM BOLA API
tuan,
andai saja dari awal kau ungkapkan
tentang skenario yang akan kau mainkan
hingga potongan cerita yang terangkai
tidak menjelma asa bertabur mimpi
begitu apik peran kau mainkan
bangkitkan gairah dan pengharapan
lahirkan keyakinan bukan sebatas angan
di suatu siang yang cerah
tuan buka kembali buku sampul biru muda
didepan wanita yang bersimpuh manja
sorot matanya berbinar penuh cahaya
menanti cerita tuan dengan gembira
kekaguman terpancar di rona wajahnya
hingga tuanpun mulai bercerita
seketika,
bulir bening mengalir dari ujung mata sang wanita
bukan cerita yang kalian susun bersama
namun cerita lain yang tuan baca
tuanpun berlalu begitu saja
wanita sendiri hingga penghujung senja
menikmati ngilu di relung jiwa
berusaha mengubur mimpi dan semua asa
di ujung bibirnya yang basah
lirih dia berkata
tuan, apakah engkau sengaja?
menyulut sumbu yang selalu engkau jaga
hentikan tuan dan jangan teruskan
aku takut tak mampu lagi
menggenggam bola api yang kau titipkan
hingga akhirnya meledak tak terhentikan..
ambang kepercayaan, 17092019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar