Sabtu, 04 Juli 2020

Puisi cinta: TENTANG KITA

TENTANG KITA


menyusur lorong waktu
menggali kenangan masa lalu
sesekali aku jumput kerikil kerikil rindu
yang tak sengaja tersepak ujung sepatu
tak bosan dan terus aku mencoba
pun berdamai dengan masa
berharap indahnya sebuah asa
hadirkan kenangan nyata

namun,
kenapa tetap aku tak bisa
sekuat apapun aku berusaha
hanya mampu hadirkan luka
menyebar hangat ke seluruh dada
mencipta anak sungai di ujung mata
seakan tak pernah bermuara

kenangan saat kita bersama di taman bunga
dihiasi kupu kupu aneka warna
berdua riuh kita ciptakan cerita
satu satunya kenangan nyata yang tersisa
dan tak pernah hilang di telan masa

wahai jagat raya
serukan pada dunia
di mana kami sembunyikan cerita
hingga begitu sulit aku menemukannya
sejatinya ada apa dengan kita???
Senja jingga,  25062020

Puisi Cinta: AKU MENYERAH

AKU MENYERAH


tanpa ada yang perlu tahu
bersama kita memupuk bahagia
namun tahukah kamu
ada bagian yang amat sulit saat mencintaimu
tentang hati yang tak pernah mau untuk menunggu

sering kali aku mencoba untuk menghentikan langkahku
namun tetap saja aku tak mampu
walau keadaan membuat ku sadar
bahwa engkau tak mungkin aku genggam
tetap saja naluriku senantiasa memaksa untuk bertahan

sekuat apapun aku berjuang
tetap saja tidak akan berhasil jika aku berjuang sendirian
aku lelah
hingga akhirnya aku harus menyerah

mungkin sudah saatnya mengubur mimpi
sisakan selarik senyum di lubuk hati
barangkali kelak kita bertemu lagi


pekatnya malam, 100120, 04.00

Selasa, 17 September 2019

Puisi Cinta : WANITA PENGGENGGAM BOLA API

WANITA PENGGENGGAM BOLA API

tuan,
andai saja dari awal kau ungkapkan
tentang skenario yang akan kau mainkan
hingga potongan cerita yang terangkai
tidak menjelma asa bertabur mimpi

begitu apik peran kau mainkan
bangkitkan gairah dan pengharapan
lahirkan keyakinan bukan sebatas angan

di suatu siang yang cerah
tuan buka kembali buku sampul biru muda
didepan wanita yang bersimpuh manja

sorot matanya berbinar penuh cahaya
menanti cerita tuan dengan gembira
kekaguman terpancar di rona wajahnya
hingga tuanpun mulai bercerita

seketika,
bulir bening mengalir dari ujung mata sang wanita
bukan cerita yang kalian susun bersama
namun cerita lain yang tuan baca
tuanpun berlalu begitu saja

wanita sendiri hingga penghujung senja
menikmati ngilu di relung jiwa
berusaha mengubur mimpi dan semua asa

di ujung bibirnya yang basah
lirih dia berkata
tuan, apakah engkau  sengaja?
menyulut sumbu yang selalu engkau jaga
hentikan tuan dan jangan teruskan
aku takut tak mampu lagi
menggenggam bola api yang kau titipkan
hingga akhirnya meledak tak terhentikan..


ambang kepercayaan, 17092019

Senin, 12 Agustus 2019

Puisi Cinta: SECANGKIR KOPI

SECANGKIR KOPI

pada secangkir kopi yang tersaji
kutuang serpihan rindu dari kedalaman hati
bercampur dengan mimpi mimpi
serta sebuah angan dan bukan sekedar ilusi

dari secangkir kopi yang tersaji
munculkan aroma nyanyian hati
lekat menyusup ke kedalaman nurani
lahirkan pengharapan yang hakiki

karena secangkir kopi yang tersaji
tumbuhkan kesadaran dalam diri
terpaku dan mensyukuri semua yang terjadi
tentang arti hadirmu damaikan hati
kini dan mungkin juga nanti

.................., 12082019

Senin, 05 Agustus 2019

Puisi Cinta : SANG PUAN

SANG PUAN

malam langit tak berbintang
bulan enggan pertontonkan keindahan
langit seakan tenggelam dalam kegelapan
lolong anjing saling bersahutan
seakan mengolok olok sang puan

sendiri meringkuk diserambi
setia menggenggam mimpi
mungkin juga janji tak bertepi

lirih bibir sang puan bergumam
cepatlah kembali kekasih hati
jangan biarkan aku menunggu sendiri
tanpa sebuah komitmen pasti

aku tahu kekasih hati
engkau di sana tak sendiri
namun salahkah aku jika terus bermimpi
akan datangnya  keajaiban yang akan terjadi
di serambi ini tak lagi aku sendiri.......



malamku cemburu
................05082019

Sabtu, 27 Juli 2019

Puisi Cinta: BERSAMAMU

BERSAMAMU

bersamamu,
begitu panjang jalan berkerikil telah ku lalui,
hingga pada satu titik langkah kaki memaksa tuk berhenti..
diam merenung  meyakinkan hati,
haruskah terus melangkah atau kembali?
hening sendiri,
seraya menikmati ngilu di relung hati.....

#senja080619

Kamis, 25 Juli 2019

Puisi Cinta: CAHAYA

CAHAYA

perlahan,
warna jingga di ufuk barat menghilang
pertanda malam akan datang
gelap pun membayang
tawarkan ketakutan ketakutan
juga setumpuk kepalsuan

dingin angin malam datang menghampiri
ciptakan ngilu menjalar ke urat nadi
wajah wajah bertopeng  tak tahu diri
menyeruak keluar menggenggam api
mencoba hancurkan mimpi mimpi

terjebak kami dalam pusaran ini
tanpa tahu kapan bisa mengakhiri
perjuangan untuk menyelamatkan diri
akankah tercapai atau hanya tinggal mimpi

apa yang salah denganmu malam
gelapmu tidak lagi tawarkan rasa aman
cepatlah pergi duhai malam
berganti cahaya fajar penuh kehangatan
selamatkan kami dari segala ketakutan

selamat datang cahaya
semoga sinarmu mampu hangatkan raga
membasuh jiwa jiwa yang terluka
teruslah bersinar wahai cahaya
lindungi kami agar bisa terus berkarya



 Lion Air Banjarmasin-Jakarta, 20072019