LELAKI BERAMBUT PERAK
Memang benar adanya, ada rasa yang tak bisa ku mengerti sampai saat ini, rasa selalu ingin mengabdi, rasa ingin selalu menyayangi, mengalah dan selalu memaafkan, rasa yang selalu terjaga walau sering bertabur luka.
Aku juga tak bisa mengerti, ada rasa tak berdaya saat ku tatap mata tua mu, rasa kepasrahan dan selalu berusaha memaklumi alasan alasan yang keluar dari bibirmu, walau aku tahu tak semua tulus keluar dari bibirmu, walau terselip kebohongan kebohongan yang mungkin karena suatu alasan atau mungkin kesengajaan, yang terkadang begitu menyakitkan hingga akupun tak tahu harus menangis ,menjerit ataupun berontak, namun tetap saja aku tak kuasa berbuat apa apa, aku hanya mampu terdiam dan bibirku terbungkam oleh pesona gurat tegas wajah tua mu.
Begitu agungnya rasa ini, terkemas dalam kepasrahan suci, seperti ketertundukan seorang hamba terhadap tuannya, keinginan untuk selalu mengabdi pada kebahagiaanmu, bahkan terkadang ada rasa ketidakpedulian seandainya bukan bahagia, tapi luka yang akan kau beri. Lelaki berambut perak, aku menyayangimu...
Di sudut kota seribu sungai, 08092017
Tidak ada komentar:
Posting Komentar